Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 2 Jombang
Jombang, 24 oktober 20205 -- Langit pagi di MAN 1 Jombang berpendar lembut, seolah ikut bersiap menyambut tamu istimewa: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si.
Di antara semilir doa dan gema semangat santri, hari Jumat itu menjadi saksi lahirnya inspirasi baru bagi generasi muda madrasah.
Sejak pagi, suasana kampus hijau madrasah telah bergema dengan istighosah, yel-yel Sekolah Ramah Anak (SRA), dan tari Saman yang memukau — sebuah pra-acara penuh makna, menggambarkan harmoni antara spiritualitas, kebersamaan, dan budaya Nusantara.
Acara resmi dibuka dengan lagu Indonesia Raya, diikuti dengan doa bersama, lalu sambutan hangat dari Kepala MAN 1 Jombang, Dr. Hj. Saadatul Athiyah, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menanamkan karakter unggul dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik, sejalan dengan semangat madrasah yang ramah dan berdaya.
Lalu tibalah saat yang dinanti: ceramah dan dialog motivasi santri oleh Ibu Menteri PPPA. Dengan tutur lembut namun penuh wibawa, beliau menyampaikan pesan yang menggugah:
“Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan berada di antara bintang-bintang.
Peradaban dunia yang agung tidak akan pernah terbentuk tanpa tangan-tangan perempuan yang berdaya dan berkarya.”
Beliau juga menyinggung program pemerintah MBG (Makan Bergizi Gratis) dan CKG (Cek Kesehatan Gratis) — dua inisiatif yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat nilai-nilai kesetaraan, pemberdayaan, dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Sebelum menutup kunjungan, Bu Menteri meninggalkan tiga pesan yang sederhana namun mendalam:
Jangan lupa shalat, Berbaktilah kepada orang tua, Selalulah mendoakan guru-gurumu. Pesan yang menembus ruang dan waktu — menjadi lentera bagi santri dalam menapaki jalan ilmu dan pengabdian.
Hari itu, bukan hanya seorang menteri yang datang, tetapi cahaya kebijaksanaan yang menyapa hati-hati muda di madrasah ini.
MAN 1 Jombang kembali membuktikan: dari ruang-ruang ilmu yang sederhana, akan tumbuh generasi yang berdaya, berakhlak, dan bercahaya. (arb)