• iconadmin-131135170001@madrasah.kemenag.go.id

icon Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 2 Jombang

Cahaya Etika di Balik Algoritma: CardioPredicy AI Berhasil Meraih Medali Perak di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Cahaya Etika di Balik Algoritma: CardioPredicy AI Berhasil Meraih Medali Perak di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Cahaya Etika di Balik Algoritma: CardioPredicy AI Berhasil Meraih Medali Perak di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Tangerang – Di antara gemerlap cahaya Hotel Grand Elhaj Tangerang, Banten, dua siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Jombang menorehkan sejarah yang berdenyut seirama dengan detak inovasi. Aira Fatimah Azzahra (XI-D) dan Alfikasi Kharisma Hanum (XI-I) berhasil menyabet Silver Medal dalam ajang Grand Final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025, yang digelar pada 10–14 November 2025.

 

Acara bergengsi tingkat nasional ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, dan ditutup dengan penuh khidmat oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, M.A. Dalam sambutannya, kedua pejabat Kementerian Agama tersebut menekankan pentingnya riset dan inovasi di lingkungan madrasah sebagai bukti bahwa lembaga pendidikan Islam mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui sains dan teknologi yang berlandaskan nilai etika.

 

Dengan karya bertajuk “CardioPredicy AI: Aplikasi Prediksi Risiko Serangan Jantung Berbasis Machine Learning dengan Pendekatan Etika Kesehatan,” keduanya menunjukkan bahwa ilmu dan kepedulian dapat berpadu dalam harmoni yang indah. Di bawah bimbingan Haryanto Arbi dan Sabtin Maulidiyah Hani, mereka menciptakan aplikasi yang tak hanya menghitung risiko penyakit dengan presisi algoritma, tetapi juga memeluk nilai-nilai kemanusiaan melalui pendekatan etika kesehatan.

 

Penelitian ini berangkat dari kepedulian terhadap meningkatnya kasus serangan jantung di Indonesia, yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi menurut data WHO. CardioPredicy AI hadir sebagai solusi cerdas—menggabungkan data smartwatch dengan model machine learning XGBoost—untuk memprediksi risiko serangan jantung secara real-time dan memberikan rekomendasi tindakan pencegahan yang personal.

 

Tak sekadar teknologi, aplikasi ini juga menanamkan nilai moral: menjaga kerahasiaan data, memberikan hak otonomi bagi pengguna, serta menghadirkan edukasi kesehatan jantung yang ramah dan humanis. Inovasi ini menjadi bentuk nyata bahwa siswa madrasah mampu berpikir saintifik tanpa kehilangan nurani.

 

Kepala MAN 1 Jombang, Dr. Hj. Saadatul Athiyah, M.Pd., turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. “Inovasi mereka adalah bukti bahwa ilmu pengetahuan, ketika dibingkai dengan nilai etika dan keimanan, dapat menjadi cahaya yang menuntun dunia menuju kemaslahatan,” ujarnya penuh haru dan bangga.

 

Dengan medali perak di tangan dan semangat emas di hati, Aira dan Alfikasi membawa pulang bukan hanya penghargaan, tetapi juga harapan: bahwa dari madrasah, lahir generasi yang cerdas digital, peduli sosial, dan beretika global. Dari Jombang, mereka mengirim pesan terang kepada dunia—bahwa ilmu dan iman, bila berjalan beriringan, akan melahirkan masa depan yang penuh cahaya.