Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 2 Jombang
Universitas Surabaya—Di antara gedung-gedung ilmu yang menjulang, pada tanggal 10–16 November 2025, langkah para peneliti muda dari MAN 1 Jombang bergaung pelan namun pasti. Mereka datang bukan sekadar membawa laporan penelitian, tetapi menghadirkan nyala tekad, ketekunan, dan mimpi yang dirawat dalam senyap. Semua itu bermuara pada panggung besar Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), ajang nasional bergengsi yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dan pada Sabtu, 15 November 2025, ketika prosesi Awarding digelar, nama MAN 1 Jombang kembali dipanggil, lebih dari sekali. Dua medali dibawa pulang, dua cerita ditorehkan, dua bukti bahwa riset bukan sekadar tugas, tetapi perjalanan yang mengasah keberanian berpikir.
Perunggu dari Ranah Sains: Ketika Kitosan dan Daun Sangket Menjadi Harapan Kopi Excelsa
Dari bidang Ilmu Pengetahuan Alam, tim yang beranggotakan Aida Khodijah (XII-I) dan Rahma Nur’aini (XII-I) tampil memukau dengan karya penelitian berjudul: “Analisis Efektivitas Nanoedible Film Coating Kitosan Cangkang Keong Sawah Kombinasi Ekstrak Daun Sangket Metode In Vitro dan Molecular Docking Sebagai Antifungi Kopi Excelsa Wonosalam.”
Di bawah bimbingan Nurani Fitriana, S.Si, mereka menenun pengetahuan menjadi inovasi. Cangkang keong sawah yang kerap dianggap remeh, dipadukan dengan daun sangket, menjadi harapan baru untuk melindungi kopi Excelsa - ikon Wonosalam - dari ancaman jamur.
Ilmu bertemu ketelatenan, dan keduanya berubah menjadi Medali Perunggu yang mengilap penuh makna.
Perak dari Ranah Sosial: Musik yang Menyembuhkan Luka Remaja
Dari bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, lahir prestasi yang tak kalah menggugah. Tim kedua yang terdiri dari Safira Nur Azizah (XII-H) dan Ratna Maulidyah Artanti (XII-I) mempersembahkan karya inovatif berjudul: “AMBYAR (Aplikasi Mental Regeneration): Pengembangan Media Terapeutik Berbasis Musik untuk Mendukung Pemulihan Psikologis Remaja Pascaputus Cinta.”
Dengan bimbingan Iwan Rizwan, S.Pd.I, mereka menghadirkan sebuah aplikasi yang menyentuh dimensi emosional remaja. Musik menjadi terapi, resonansi menjadi penyembuh, dan teknologi menjadi jembatan. Ide kreatif ini mengantarkan mereka meraih Medali Perak, bukti bahwa kepedulian sosial pun dapat menjadi prestasi yang bergema di panggung nasional.
Jejak Emas Tak Selalu Berupa Emas
MAN 1 Jombang pulang dengan dua medali, namun sejatinya membawa lebih dari itu, membawa keyakinan bahwa inovasi dapat lahir dari ruang kelas, dari rasa ingin tahu, dari keberanian untuk mencoba. OPSI 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung yang membuktikan bahwa siswa madrasah mampu berbicara dalam bahasa sains dan sosial dengan penuh wibawa dan kejernihan.
Prestasi ini menjadi babak baru perjalanan riset MAN 1 Jombang, sebuah madrasah yang terus menyalakan cahaya pengetahuan, satu karya demi satu karya. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi peneliti berikutnya untuk terus menjejak, meneliti, dan menorehkan jejak yang lebih terang bagi masa depan bangsa.
MAN 1 Jombang, tempat di mana ilmu tumbuh, asa bersatu, dan prestasi tak henti bermekaran. (arb)