Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 2 Jombang
Jombang — Di bawah lembayung Senin siang, 17 November 2025, Aula Asrama Putra MAN 1 Jombang menjadi ruang yang hangat oleh kebersamaan dan penuh oleh jejak pengabdian. Program Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan (AMSP) dari Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), yang telah berlangsung selama tiga bulan, resmi ditutup dalam sebuah acara sederhana namun sarat makna.
Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Hj. Saadatul Athiyah, M.Pd selaku kepala madrasah, para wakil kepala madrasah, guru pamong, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iva Innayatul Ilahiyah, M.Pd.I, M.Pd. Acara ini juga menjadi momen perpisahan bagi 11 mahasiswa dari program studi PAI dan PBA, yang selama tiga bulan telah membersamai proses belajar mengajar di MAN 1 Jombang.
Dalam sambutannya, Bu Iva menyampaikan untaian pesan yang menggugah jiwa—pesan yang lahir dari pengalaman panjang sebagai pendidik dan pembimbing.
Ia menegaskan bahwa dua ucapan sederhana sering terlupa oleh manusia, padahal menyimpan kekuatan besar: “terima kasih” dan “mohon maaf.”
“Maaf itu merendahkan ego, sedangkan terima kasih meninggikan rasa syukur,” ujarnya lembut.
Beliau juga mengingatkan bahwa menyapa bukan sekadar kebiasaan kecil, melainkan jembatan silaturahmi yang mendekatkan hati.
Dan menjadi guru, lanjutnya, bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi menjalani 4M: mengajar, mendidik, mengarahkan, dan mendoakan.
“Sabar tanpa batas, ikhlas tanpa luka,” menjadi penutup nasihat yang mengalir puitis, seolah menenun harapan bagi para mahasiswa yang akan melangkah ke medan pengabdian berikutnya.
Sementara itu, kepala madrasah memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama AMSP dan berpesan agar segala hal baik yang telah dipelajari di MAN 1 Jombang dapat menjadi pondasi kuat dalam perjalanan profesi mereka.
“Apa yang kalian dapatkan di sini, silakan dikembangkan. Tetap disiplin, tetap belajar—minal mahdi ilal lahdi,” ungkapnya, mengingatkan bahwa menuntut ilmu tidak mengenal garis akhir.
Acara penutupan AMSP ini bukan hanya menandai berakhirnya program, tetapi juga menjadi simbol bahwa setiap perjumpaan dalam dunia pendidikan adalah ladang bertumbuh. Ada yang berpulang membawa pengalaman, ada yang tinggal meninggalkan kesan.
Dan di MAN 1 Jombang, setiap langkah pengabdian selalu dirawat dengan doa, kedisiplinan, dan harapan yang tidak pernah layu.