Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 2 Jombang
Di balik tenangnya ruang laboratorium riset MAN 1 Jombang, dua siswi berbakat tengah menulis kisah baru bagi madrasahnya. Aira Fatimah Azzahra (XI-D) dan Alfikasi Kharisma Hanum (XI-I), dengan semangat yang menyala dan rasa ingin tahu yang tak pernah padam, berhasil menembus Grand Final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang Riset tingkat Nasional 2025.
Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Direktorat KSKK Madrasah, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI ini akan mempertemukan para inovator muda dari seluruh penjuru negeri di Kota Tangerang, Banten, pada 10–14 November 2025.
Karya mereka bertajuk “CardioPredicy AI: Aplikasi Prediksi Risiko Serangan Jantung Berbasis Machine Learning dengan Pendekatan Etika Kesehatan” bukan sekadar proyek ilmiah, tetapi juga cermin kepedulian pada kemanusiaan. Di dalam algoritma dan baris kode yang mereka bangun, tersimpan cita-cita besar: menghadirkan teknologi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga beretika.
Di balik keberhasilan ini, hadir sosok pembimbing yang sabar menuntun langkah mereka: Haryanto Arbi dan Sabtin Maulidiyah Hani, dua guru inspiratif yang menyalakan bara semangat riset di lingkungan madrasah.
Dengan kerja keras, doa, dan tekad, MAN 1 Jombang kembali membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga kawah candradimuka lahirnya inovator masa depan.
Semoga langkah Aira dan Alfikasi di panggung nasional nanti menjadi inspirasi bagi seluruh siswa madrasah untuk terus berani bermimpi, berkarya, dan berprestasi — karena ilmu dan iman, bila berjalan seiring, akan selalu menuntun menuju kemuliaan.