Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 2 Jombang
Dalam dunia yang ramai oleh suara dan sorotan, ada satu medan yang senyap namun sarat makna — papan catur. Di atas bidang hitam-putih itulah, Istianah, siswi kelas XI D MAN 1 Jombang, menorehkan jejak gemilang.
Di balik tenangnya ruang laboratorium riset MAN 1 Jombang, dua siswi berbakat tengah menulis kisah baru bagi madrasahnya. Aira Fatimah Azzahra (XI-D) dan Alfikasi Kharisma Hanum (XI-I), dengan semangat yang menyala
Malang — Di antara deru langkah zaman digital, tiga siswa MAN 1 Jombang kembali menorehkan kisah indah di lembar prestasi Jawa Timur. Mereka adalah Sani Ahmadin Ilham (XII-N), Washilvi Romadloni (XI-P), dan
JOMBANG – Dari tangan-tangan muda yang berjiwa hijau, lahirlah gagasan yang berakar pada cinta bumi dan tumbuh menjadi karya bernilai tinggi. Empat anggota Pramuka MAN 1 Jombang menorehkan prestasi gemilang dalam
JOMBANG – Dalam bisik angin yang membawa semangat muda dan doa yang tak pernah henti, satu nama kembali mengharumkan MAN 1 Jombang di kancah nasional. Nazurah Zafarani Apriza, siswi kelas X-F, menorehkan prestasi
Mojokerto -- Di antara sejuknya udara pegunungan Trawas, semangat para Pramuka Penegak dan Pandega se-Jawa Timur berkobar tanpa padam. Grand Whiz Trawas, Mojokerto, menjadi saksi langkah-langkah muda yang siap menantang
Jombang, 31 Oktober 2025 -- Pagi Jumat Legi yang penuh berkah itu terasa begitu syahdu di lingkungan MAN 1 Jombang. Di Masjid Fadluminallah, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, mengisi setiap ruang
Jombang, — Di bawah cahaya lembut siang hari, Masjid Fadluminallah MAN 1 Jombang menjadi saksi keheningan yang sarat makna. Jumat itu, para siswa kelas XII berkumpul dalam suasana khidmat, mengikuti kegiatan
Jombang, 31 Oktober 2025 - Langit Jumat sore terasa teduh ketika jajaran guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Jombang berkumpul di aula asrama putra. Di bawah cahaya hangat pukul 13.00 WIB, suasana rapat dinas terasa
Dari laboratorium kecil di sudut madrasah, dua siswi MAN 1 Jombang menyalakan percikan cahaya ilmu yang menembus langit ibu kota. Mereka adalah Firstya Decha Aurisdinata (XI-I) dan Fidela Amelia (X-I) — dua